Kelas Menulis Skenario Sinetron

Pengen belajar dan mendalami pengetahuan di bidang penulisan skenario terutama skenario sinetron? Pengen tahu apa aja yang mesti disiapkan secara fisik dan pikiran ketika ingin menjadi seorang penulis skenario, terutama skenario sinetron?


Ikuti workshop penulisan skenario yang juga merupakan pertemuan pertama dari kursus penulisan skenario sinetron:

Tema : Dasar-dasar penulisan skenario (sinetron)
Pengajar : Luvie Melati
Waktu : Selasa, 18 Juli 2009 pukul 16.00-18.00
Tempat : STC Senayan lantai 4 nomor 1002 jakarta.
Investasi : Rp. 10.000,-


Kalau memang tertarik untuk melanjutkan kursus, tinggal lengkapi persyaratan administratifnya dan ikuti 7 pertemuan berikutnya dengan materi menarik sebagai berikut:

2. Mencari referensi cerita dan menggali ide, menghadapi kejenuhan dan kebuntuan ide dengan tekanan kejar tayang.
3. Membuat desain synopsis global.
4. Membuat cerita yang bisa di terima oleh penonton dan juga produser termasuk bagaimana menjual cerita ke produser.
5. Membuat keberlangsungan cerita yang menarik dan unik, pengenalan rating.
6. Bagaimana saat mengadapi kendala syuting di lapangan, tuntutan kerja, kerjasama tim.
7. Mendesain pilot skenario yang menarik dan thrailler.
8. Membuat perjanjian (kontrak kerja) dengan PH.

Seru kan? Makanya buruan daftar! Tempat terbatas hanya untuk 10 orang.



Info dan Pendaftaran
Selasa-Jumat (13.00-20.00), Sabtu (13.00-18.00)
STC Senayan lantai 4 nomor 1002 Jakarta
serunyaserunya@yahoo.com
021-97007900/081310033524
www.skenario.org





Luvie Melati adalah lulusan pendidikan Ekonomi UNJ, memulai menulis skenario sejak tahun 2006. Bergabung dengan tim penulis skenario sinetron. Saat ini menulis beberapa skenario striping antara lain Bawang Merah Bawang Putih (2006-per episode 81), Ratapan Anak Tiri (2006), Mimpi Manis (2007), Cinderella (2007), Azizah (2008), Tasbih Cinta (2008), Terlanjur Cinta (2009), dll.

Scriptwriting Workshop 2

Ketika kita menyampaikan ide kepada penyandang dana atau produser. Mereka akan bertanya, "ceritanya tentang apa?" Pertanyaan tersebut tidak membutuhkan jawaban panjang lebar. Hanya satu atau dua kalimat saja atau disebut juga PREMIS. Dengan PREMIS yang baik, kemungkinan besar produser akan tertarik untuk membaca skenario kita dan kemudian memfilmkannya.

Bulan Juli ini, SERUNYA SCRIPTWRITING WORKSHOP kembali mengundangmu hadir dalam workshop seru:
Tema : SERUNYA bikin PREMIS Cerita Film Bioskop
Pengajar : Salman Aristo (penulis skenario film Garuda di Dadaku, Ayat-Ayat Cinta, Laskar pelangi serta produser Queen Bee)
Waktu : Kamis, 16 Juli 2009 pukul 15.00-17.00
Tempat : Ruang Kelas SERUNYA, STC Senayan Lantai 4 nomor 1002 Jakarta.

Syarat mengikuti workshop:
1. belum pernah mengikuti workshop SERUNYA di bulan Juli 2009
2. menyerahkan investasi sebesar 10.000
3. menyerahkan 1 sinopsis cerita film bioskop buatanmu sendiri

Hadiah :
Beasiswa potongan harga Rp. 500.000 untuk mengikuti kursus skenario film panjang bersama Salman Aristo dan hadiah kejutan lainnya...


Workshop terbatas hanya untuk 10 orang. Daftarkan dirimu secepatnya, langsung di sekretariat SERUNYA!


Info dan Pendaftaran
Senin-Kamis (13.00-20.00)
Sabtu (13.00-18.00)
Serunya Scriptwriting Workshop
STC Senayan lantai 4 nomor 1002 Jakarta
021-97007900/081310033524
serunyaserunya@yahoo.com
www.skenario.org

Scriptwriting Workshop

Beberapa dari kita mungkin masih ragu untuk menjadi penulis skenario. Ragu karena merasa tidak punya bakat, ragu karena tidak bisa menulis skenario, ragu karena kata orang profesi penulis tidak se-stabil kerja kantoran.

Bulan Juli ini SERUNYA SCRIPTWRITING WORKSHOP mengundang anda dalam workshop seru:

Tema : "SERUNYA jadi Penulis Skenario Film Bioskop".
Pengajar : Titien Wattimena (penulis skenario film Mengejar Matahari, The Butterfly, LOVE, Tentang Dia, dll)
Waktu : Sabtu, 11 Juli 2009 pukul 14.00-16.00
Tempat : STC Senayan lantai 4 nomor 1002 Jakarta (seberang Senayan City Jakarta).
Investasi : Rp. 10.000 (harga promosi)


Workshop terbatas hanya untuk 10 orang. Jadi segera daftarkan dirimu sekarang juga langsung ke bagian pendaftaran SERUNYA!

Semoga dengan mengikuti workshop ini, keraguan kita terjawab dan kita lebih mantab menjadikan penulis skenario sebagai profesi utama. Atau setidaknya, melalui workshop ini kita bisa tahu betapa serunya menjadi penulis skenario film bioskop.


Info dan pendaftaran:
Selasa-Jumat (13.00-20.00), Sabtu (13.00-18.00), Pemilu Libur.
STC Senayan lantai 4 nomor 1002
Jalan Asia Afrika Jakarta
021-97007900/081310033524
serunyaserunya@yahoo.com
www.skenario.org

Dicari Asisten Penulis Skenario

Dapet informasi dari teman gue bahwa Titien Wattimena sedang mencari 3 orang untuk jadi asisten penulis skenarionya. Syaratnya cukup mudah, yaitu pernah menulis skenario. Tinggal kirim (atau lebih tepatnya kasih/serahkan) skenario yang pernah lo buat ke CCF (Centre Culturel Francais) Salemba di Jakarta Pusat. Waktu penyerahannya cukup singkat, yaitu hari Sabtu tanggal 11 April 2009 dan hanya satu jam, yaitu dari jam 11 siang sampai jam 12 siang. Buru-buru deh siapin. :)

Detail informasinya bisa langsung klik ke multiply serunya scriptwriting. Thanks to Pidi for the info.

From serunya.multiply.com:
Kak Titien Wattimena (penulis skenario film LOVE, Mengejar Matahari, Badai Pasti Berlalu, Tentang Dia) juga sedang mencari 3 orang untuk menjadi assisten penulis skenario.

syaratnya gampang : PERNAH MENULIS SKENARIO (meski belum komersil dan profesional). Dan pastinya penulis yang terpilih akan mendapatkan fee yang sepantasnya. Waktu kerjanya pertengahan April sampai Mei.

Kalau adik-adik ada yang berminat, bisa menyerahkan 5 lembar sampel skenarionya ke meja sekretariat Serunya Scriptwriting Playgroup di :

Tempat : Cafe CCF Salemba,
Tanggal : 11 April 2009 jam 11-12 siang (lewat dari jam 12, skenario tidak diterima).

Contoh Skenario

Gue iseng gali-gali harddisk dan gue nemuin salah satu skenario film pendek gue yang nggak sempet dijadiin film. Walaupun kontennya super duper idealis, tapi sepertinya bisa jadi contoh skenario yang baik buat temen-temen yang mau belajar bikin skenario, karena skenario ini sudah menggunakan format standar skenario seperti yang dijelaskan pada posting-posting gue sebelumnya. Selain itu, di dalamnya juga banyak terdapat elemen-elemen unik untuk menuturkan cerita. Supaya lebih jelas, langsung aja download di sini.

Sekedar info, waktu itu gue bikinnya masih pake Microsoft Word, jadi semuanya masih serba manual. Well, semoga ini bisa membantu. Yang mau komentar atau kasih masukan dipersilakaan. =)

Saya Sudah Punya Skenario Canggih Nih, Ke Mana Saya Harus Jual?

Judul di atas adalah pertanyaan yang sering gue terima di dalam blog ini (walaupun kata "canggih" itu dari gue sendiri sekedar melebih-lebihkan), dan sepertinya jawaban yang jelas sudah ada pada posting sebelumnya. Bisa cek dengan mengklik di sini.

Perlu diketahui bahwa menjual cerita kepada orang yang sama sekali tidak kita kenal itu memiliki kemungkinan yang kecil untuk berhasil. Sulit untuk tampil di antara seribu penulis lainnya yang juga berusaha tampil, bukan? Gue yakin banyak di antara kita yang bisa bikin cerita lebih keren daripada sinetron-sinetron kacangan di layar televisi, tapi karena pembuat skenario kacangan itu sudah dikenal baik oleh produser dan sudah menjadi "langganan" karena ia memiliki faktor "rela membodohi masyarakat", "mau dibayar murah", dan lain-lain, maka ia akan dipanggil lagi dan lagi untuk membuat cerita.

Jadi di situlah titik terangnya. Secara perlahan-lahan kita harus membangun koneksi ke arah yang kita inginkan, dan kita harus membuat diri sendiri dikelilingi oleh orang-orang yang dapat menghargai karya tulis kita. Dengan cara itulah tulisan-tulisan kita dapat dikenal dan dengan sendirinya akan datang pekerjaan "menulis skenario" kepada kita. Jika ada teman yang terobsesi jadi sutradara, rajin-rajinlah bergaul dengannya. Mungkin akan tiba saatnya anda diminta untuk membuat skenario (walaupun dengan honor pas-pasan atau bahkan kurang). Simpan skenario masterpiece anda untuk orang yang tepat. Lakukanlah secara bertahap. Mau naik ke lantai 4 kan harus lewat lantai 1, 2 dan 3 dulu.

Dan pada akhirnya kembali lagi gue harus mengingatkan. Seperti sudah gue pajang gede-gede di disclaimer, bahwa menulis (terutama menulis skenario film dan televisi) itu adalah bisnis yang serius. Jangan dijadiin ajang nyari duit aja dong ach. Kalo cuma nyari duit jadi pedagang juga bisa, kan? Semudah logika beli satu jual dua. Menulis skenario tidak semudah jual mimpi/air mata dapat rating. Cuma mereka yang tak bertanggung jawab yang menyebut hal itu mudah dan kemudian tidur nyenyak di malam hari.

Contoh Basic Story II

Sesuai pesanan, ini basic story saya yang lain yang bisa dijadikan contoh. Ingat, jangan ada informasi yang ditahan untuk anda sendiri. Keluarkan semua yang anda miliki dalam tulisan anda. Semoga bermanfaat.


BASIC STORY “SEPERTI GATOTKACA”

William Bunawan (Willy, 10 tahun) adalah seorang anak kecil yang suka menyendiri dan memiliki kemampuan melihat roh dari benda-benda bertuah jika ia memegangnya. Ia bisa mengetahui apakah sebuah benda itu memiliki “isi” atau tidak melalui indra pendengarannya dan dalam jarak tertentu. Jika ia merasa sebuah benda bersuara aneh atau “berbisik” padanya, ia memilih untuk menjauhkan diri.

Setiap pulang sekolah ia biasa menunggu jemputan di taman dekat sekolah dan selalu memerhatikan pedagang tua yang suka menggelar barang-barang wayang di taman yang suka berdongeng kepada anak-anak yang ingin mendengarkan. Bedanya, Willy mendengarkan dongeng tersebut dari jauh, dari bangku taman tempat ia biasa duduk. Dari sana, Willy banyak belajar tentang makna kepahlawanan.

Entah mengapa, absennya pedagang tua itu pada suatu hari membuat Willy merasa kehilangan. Keberadaannya digantikan oleh petugas Kamtib yang mondar-mandir mengelilingi taman. Willy kembali merasa kesepian setiap kali ia menunggu kedatangan jemputannya. Namun, di hari yang sama ia menemukan sarung anak panah di tempat biasanya pedagang tua itu berada, dan benda itu “berbisik” pada Willy. Willy memilih untuk mengacuhkan benda itu, namun anjing liar yang tiba-tiba datang dan menyalak-nyalak membuat Willy harus mengambil sarung anak panah itu dan membela dirinya. Sang anjing pergi, dan roh Gatotkaca (28 tahun) datang, dengan anak panah tertancap di dadanya. Diawali dengan kecanggungan, Willy dan roh Gatotkaca akhirnya bersahabat.

Di salah satu pertemuannya, Willy bertanya mengapa Gatotkaca berani mengorbankan dirinya untuk sebuah kemenangan. Gatotkaca menyangkal bahwa dirinya adalah pemberani, dan bahwa pada saat itu Gatotkaca memang diharuskan berkorban. Willy kini memiliki keraguan apakah suatu saat ia juga harus mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang lain. Namun, secara tiba-tiba, seekor anjing menyalak-nyalak dan mengejar seorang anak perempuan yang berlari sambil menangis. Melihat kejadian ini, Gatotkaca berkata pada Willy, “bukankah kamu ingin tahu rasanya berkorban?”

Anak perempuan itu kini sudah berada di atas pohon dan menangis, dan anjing di bawahnya. Dengan penuh rasa takut Willy mencoba mengusir anjing itu. Usahanya berakhir dengan kegagalan, dan Willy kini dikejar oleh anjing itu keliling taman. Gatotkaca tertawa, dan anak perempuan di atas pohon berhenti menangis.

Dalam pelariannya, Willy memanjat sebuah pohon dan di atasnya ia bertemu dengan anak perempuan itu. Dengan nafas terengah-engah, ia memperkenalkan diri dengan bangga, “Willy. Pahlawan yang rela berkorban, seperti Gatotkaca!” Anak perempuan tertawa, Gatotkaca tersenyum di sebelahnya.

Tips Waktu Yang Tepat Meletakkan Plot

Pernah kepikiran nggak sih kalo kita lagi nonton film kadang-kadang kita merasa jenuh di tengah-tengah, atau mungkin sedikit bosan di awal, atau ending yang kurang nendang? Film-film Hollywood pun tidak bisa lari dari kenyataan bahwa cerita yang dituturkannya kadang-kadang memiliki timing yang kurang pas dan dapat membuat penonton terlepas dari "pengaruh sihir film", kembali ke dunia nyata.

Pernyataan berikut bisa diperdebatkan, namun secara subyektif saya berpendapat bahwa "kecacatan" dalam bercerita semacam ini lebih sering muncul dalam film-film Indonesia kita yang tercinta, di mana para penulis skenarionya tidak memiliki sense of timing dalam menuturkan cerita. Di salah satu menit dalam film kita dibuat beridentifikasi dengan tokoh utama dan masalah yang sedang ia hadapi, dan di menit berikutnya kita diumpani ke permasalahan lain. Di satu titik kita terharu, dan di titik lain kita sudah lupa dengan keharuan itu. Seakan-akan pembuat skenario tidak dapat membuat penonton mencapai titik "puncak" dan begitu menanjak sedikit selalu kembali ke titik nol. Mereka seperti bingung untuk menentukan kapan karakter utama "diserang" dan kapan "bangkit".

Memang tidak ada formula yang pasti untuk membuat penonton larut dalam cerita yang kita buat, tetapi sedikit kedisiplinan dalam memilih-milih waktu yang tepat untuk menaruh plot ini di menit sekian dan plot itu di menit sekian dapat membantu seorang penulis skenario dalam membangun struktur dramatik yang ia ingin penonton rasakan dalam ceritanya. Outline plot berikut sudah sering digunakan oleh para penulis skenario film-film Hollywood untuk menjaga agar penonton tidak merasa bosan ketika menonton film mereka:

  • Antara Halaman 1-5: Hook, sesuatu yang menarik perhatian kita dan membawa kita masuk ke dalam cerita.
  • Halaman 10: Mini Crisis, krisis kecil yang dialami tokoh utama.
  • Halaman 17: Dilemma, inti dari film. Masalah dan tujuan tokoh utama terlihat di sini. Kalau tokohnya memiliki tim (olahraga atau perang) maka disinilah tim itu dibuat.
  • Halaman 30: Reaction, yaitu reaksi dari tokoh utama terhadap dilema atau situasi yang sedang dihadapi.
  • Halaman 45: First Reversal, pembalikan pertama dari dilema (plot pada menit ke-17). Pada titik ini, karakter masuk ke dalam situasi yang lebih rumit.
  • Halaman 60: Tent Pole, atau "tenda" dari film. Ini adalah masa "istirahat", di mana karakter yang pasif menjadi aktif dan/atau sebaliknya.
  • Halaman 75: Second Reversal, pembalikan kedua dari dilema (plot pada menit ke-17). Poin ini untuk meyakinkan kembali penonton apa sebenarnya inti cerita dari film ini.
  • Halaman 90: Low Point, masa-masa di mana karakter utama berada dalam posisi paling rendah dan harus bangkit.

Perlu diingatkan bahwa 1 halaman format skenario standar sama dengan durasi 1 menit film. Gabungkan outline ini dengan salah satu situasi dramatik dan anda akan mendapatkan cerita yang biasa dituturkan dalam sinema Hollywood klasik.

Ide Cerita dari Pantat Truk

Ketika memulai sebuah cerita fiksi biasanya kita berangkat dari sebuah kalimat yang berisi pesan moral (ide pokok), baru kemudian dikembangkan ke dalam sebuah cerita. Proses pencarian ide pokok ini bermacam-macam. Ada beberapa orang yang memilih untuk semedi dan mengurung diri di kamar, sambil baca buku, nonton TV, ada yang mabuk-mabukan dulu, ada yang olah raga dulu, atau pacaran dulu. Ada yang dapet ilhamnya cuma kalo lagi di WC, ada pula yang nggak sengaja ketemu di jalan: dalam bentuk kejadian di tengah jalan, dialog dengan orang yang mungkin bahkan tak dikenal, atau kalimat-kalimat yang tertulis di pantat truk sekali pun.

Nah, dalam rangka pencarian ide inilah gue mencantumkan kata-kata "bijak" di pantat truk dan bis yang sering gue temuin di jalan, atau diceritain sama temen. Jujur, nggak sedikit orang yang terilhami oleh kata-kata "bijak" di pantat truk dan bis itu sampai akhirnya jadi sebuah skenario yang menarik. Biasanya efektif untuk mengembangkan ide cerita yang menceritakan dunia masyarakat menengah ke bawah, tapi tidak menutup kemungkinan untuk tingkatan yang lain. Mungkin bisa membantu juga buat berpikir out of the box. ;) Semoga berguna.

Kata-kata "Bijak" Truk dan Bis:

Anda butuh waktu,kami butuh uang

Naik Gratis,Turun Bayar

Ma2ku 1/3 dis

THE ME anak IS 3

Jagalah jandamu

ANGAN DINIKAHI BILA SEGEL RUSAK

TABAH MENANTI

Ku Nanti Jandamu

SEKARANG BAYAR, BESOK GRATIS

WWW. APKTNTAJ.COM

Ber 2 1 7 an

MER - 123 - LUCK

THONK HE LOVE

be are the kill us all come fuck

BE YOUNG CARE ROCK

Alone By Must

Cintamu Tak Semurni Bensinku

Ja 500 Let

BURONAN MERTUA

on any book an plumb pleasant

BERSATU DI PANGKALAN BERSAING DI JALANAN

Bercinta di Bis Berpisah di Terminal

STREET FIGHTER

PUTUS CINTA… sudah biasa…
PUTUS ROKOK… merana…
PUTUS REM… matilah kita…

Cintaku Berat Di Bensin

MAN 7 jur

JUM’AT KELABU —> Trayek Ps. Jumat - Pd. Labu

Mencari nafkah demi desah

UCOK= Uang Cukup Ongkos Kurang

Lupa namanya, ingat rasanya

Enak tapi dosa

Istri goyang suami basah

pergi karena tugas … pulang karena beras..

rejekiku dari silitmu –> tulisan di truk sedot tinja

MATSIBISHA

cinta di tolak dukun terbahak

goyang pantura

Pulang malu, tak pulang rindu..

Cinta putus kimpoi pun tak jadi

JANDA BARU NENEN —> Trayek Juanda - Ps.Baru - Senen

JANDA 1/3 DIS

Do Now .. Casino … In Draw … War Cop DKI

bukan salah ibu mengandung.. .
salah bapak nggak pake sarung

LONG STREET OF MEMORY -> Sepanjang Jalan Kenangan

Ora Sama Bin Lain

besar di rantau, tua di jalan

tak sehina yang kau duga

ABANG YANG ENAK ADE YANG BERANAK

Kalau gadismu tak kudapat, jangan harap jandamu bisa lolos


Mungkin ada yang mau nambahin?

Format Skenario Dokumenter

Berdasarkan permintaan, gue bikin contoh format skenario dokumenter. Klik disini buat download format skenario dokumenternya. Gue pikir gue nggak perlu bikin sampe berpuluh-puluh halaman, jadi gue bikin cuma satu halaman ajah, yang penting di dalam satu halaman itu terdapat semua elemen yang kira-kira akan diperlukan oleh seorang penulis skenario dokumenter. Di dalam contoh format ini terdapat kolom narasi (disini gue pake dua buah subyek, in case subyeknya lebih dari satu). Jika dokumenter yang hendak dibuat menggunakan narator, ya tinggal ditulis narator. :)

Kemudian ada kolom visual, dimana semua informasi shot bisa dituangin didalamnya. Gue pake transisi dissolve (bisa ganti cut to, fade to black, dll), dan gue juga udah tulis contoh kepala scene, apakah interior atau eksterior. Tipe shot juga bisa ditulis jika dibutuhkan, seperti CU, MCU, MS, LS, dll.

Terakhir adalah kolom suara, sebagai guide buat bikin sound effect dan musik jika dibutuhkan.

Semoga contoh format skenario dokumenter yang sederhana ini bisa berguna.