Tips Menulis Skenario

- Usahakan setiap paragraf tetap pendek, kalau bisa jangan lebih dari empat sampai lima baris. Mereka yang baca mungkin akan melihat paragraf yang panjang itu tapi tidak benar-benar dibaca.

- Dialog yang bagus ibarat jendela untuk masuk kedalam jiwa karakter yang kita buat. Dialog yang baik biasanya menggunakan bahasa yang umum digunakan tetapi mampu mengekspresikan suatu keinginan.

- Dialog yang sudah kita buat bisa kita baca dengan lantang untuk memastikan bagaimana kedengarannya nanti. Jika pembuatnya sendiri mengalami kesulitan, bagaimana dengan yang lain? Bisa jadi dialog itu tidak baik.

- Parentetikal (tulisan dalam tanda kurung pada dialog untuk mengarahkan sikap pemain) haruslah pendek, jelas, deskriptif, dan digunakan jika benar-benar dibutuhkan.

- Jadilah seorang penulis skenario, jangan jadi sutradara atas skenario yang kita tulis sendiri. Ini biasa terjadi pada orang yang sudah pernah melihat skenarionya difilmkan. Kita bisa merusak alur penceritaan yang kita buat sendiri jika kita sudah menggambarkan shot ketika menulis skenario. Tunggu skenario laku terjual, baru bisa diadakan negosiasi dengan sutradara yang akan menyutradarai skenario kita. 

- Tidak perlu repot-repot menuliskan OPENING TITLE di awal skenario dan ENDING/CREDIT TITLE di akhir. Kita tidak bisa memprediksi keinginan produser atau sutradara bagaimana mereka ingin memasukkan nama-nama kru di awal film, pada footage shot apa, berapa lama...

0 comments:

Post a Comment