Membuat "Twist" Keren

Seperti yang telah saya janjikan, saya bermaksud membuat artikel tentang membuat twist yang keren, sekeren M. Night Shyamalan. Tanpa basa-basi, kita mulai.

Apakah anda mengira inti dari twist adalah ending, atau closure, atau resolusi yang tidak diduga-duga? Apakah menurut anda cukup dengan menekunkan pikiran pada akhir sebuah cerita yang anda miliki, anda akan mendapatkan twist yang tidak terpikirkan oleh orang? Jika anda berpikir demikian, maka anda sudah salah arah.

Inti dari twist bukanlah "ending tak terpikirkan", tetapi cerita yang dibangun untuk "mengalihkan perhatian" penonton. Dengan menggunakan cerita, dari awal anda sudah mengawal penonton menuju satu titik, sementara anda pergi menuju arah yang berlawanan. Mengerti?

Kita buat contoh. Misalnya anda memiliki sebuah cerita di mana tokoh utama harus memilih antara pergi ke Timur atau ke Barat. Setelah memperkenalkan tokoh, langsung anda sampaikan informasi bahwa tokoh ini memiliki pilihan. Lalu, dari seluruh adegan yang anda miliki dalam cerita anda, pilihlah adegan-adegan yang memuat informasi yang memiliki potensi untuk membawa penonton ke "barat". Tempatkan seluruh adegan tersebut di awal hingga tengah-tengah skenario anda, maka mereka akan pergi ke "barat" dengan tenang. Kemudian tempatkan adegan-adegan yang berpotensi memberi petunjuk bahwa anda sebenarnya menuju "timur" pada akhir babak pengembangan, yaitu setelah cerita mengalir lebih dari setengah jalan. Secara berkala, berikan petunjuk-petunjuk pada detil terkecil yang mampu anda pikirkan pada bagian ini. Pada titik ini, hanya penonton yang memperhatikan detil atau mengingat-ingat informasi yang telah mereka terima akan mengetahui bahwa anda sebenarnya menuju "timur", sementara yang lainnya masih terbuai di "barat". Akhirnya, letakkan informasi "saya sudah sampai di timur lho!" hanya pada klimaks, yaitu pada menit-menit terakhir sebelum cerita selesai. Tidak sulit bukan?

Jika dirangkum dalam film berdurasi 120 menit, pembagiannya kira-kira seperti ini:

0-5 menit kurang atau lebih : kenalkan karakter tokoh utama/masalah dalam film anda pada penonton.
5-10 menit kurang atau lebih: buat plot baru untuk mengalihkan perhatian penonton dari permasalahan tokoh utama.
10-80 menit kurang atau lebih: kembangkan cerita dengan plot baru, seakan-akan plot tersebut adalah plot utama milik tokoh anda. Sampaikan informasi yang "sebenarnya" sedikit saja pada tahap ini, misalnya dua hingga lima scene saja.
80-100 menit kurang atau lebih: informasikan permasalahan/tujuan utama tokoh yang "sebenarnya" dengan lebih kental.
100-110 menit kurang atau lebih: pastikan bahwa permasalahan "sebenarnya" sudah ditangkap oleh penonton.
110-120 menit kurang atau lebih: anti klimaks dan closure.

Jangan terbuai dengan ide yang anda pikir brilian yang anda dapatkan di awal pemikiran anda. Seringkali orang sudah girang dengan ide yang ia dapatkan, padahal ia baru saja berpikir sebentar. Percayalah, jika anda mendapatkan ide tersebut hanya dengan berpikir sebentar, maka ide tersebut tentu telah dipikirkan dan akan terpikirkan oleh jutaan orang lain, dengan berpikir sebentar pula. Banyak orang mengira ide "tokoh utamanya itu sebenarnya hantu lho! Udah mati dari taun jebot! Tapi penonton kagak ada yang tau!" itu sebagai ide yang brilian. Padahal ide briliannya terletak pada pendekatan anda, seperti halnya Sixth Sense (mengalihkan masalah Bruce Willis sebagai hantu dengan masalah baru, yaitu anak kecil dengan indra keenam) atau The Passenger, atau film-film hantu Jepang lainnya.

7 comments:

  1. tks infonya sangat membantu.............

    ReplyDelete
  2. teruskan berkarya.....
    haturnuhun informasinya

    ReplyDelete
  3. pernah liat nih twist kayak gini di film "you are the apple of my eyes".
    twistnya keren,

    ReplyDelete
  4. pernah liat ni jenis twist kayak ginni di film "you are the apple of my eyes"
    twisnta bener-=bener keren

    ReplyDelete
  5. ok walapun saya masih bingung pada bagian menit

    ReplyDelete
  6. Tp kadang2 twist yg ga terduga ga bagus smua juga kok gan, contoh film m night shyamalan yg "The Signs"

    ReplyDelete
  7. film twist ending itu kayak uninvited
    you are the apple of my eyes nyesek bgt endingnya. hwhw

    ReplyDelete