Jenis-jenis Skenario Film Fiksi

Pertama-tama harus dibedain dulu istilah jenis skenario dengan jenis film. Jenis film, atau yang biasa dikenal sama orang dengan genre film, secara sederhana dapat dikatakan sebagai pengelompokan film dengan dasar tertentu, entah alur cerita, tingkat dramatik, adegan, kostum, mise en scene, dll, dll. Jadi kalo ada pocong didalam film itu, sudah bisa dipastikan genrenya horor. Ada duel koboi, berarti genrenya western. Genre bahkan bisa ditentukan lewat siapa yang main. Sylvester Stallone yang main berarti filmnya action. Kalo berminat kapan-kapan gue jelasin genre. Sekarang jenis skenario dulu.

Dalam film fiksi, skenario secara umum terbagi dalam dua jenis: plot-driven scenario, dan character-driven scenario. Ini artinya, cerita yang ada dalam skenario itu diarahkan oleh plot-plotnya atau oleh karakter-karakternya.

plot-driven

Sebagaimana yang udah pernah gue post, plot itu adalah sebuah kejadian atau peristiwa yang ditampilkan ke dalam film. Klik sini buat nginget-nginget plot.

Jadi, senjata penulis skenario disini adalah plot. Untuk mencapai tujuan penceritaan, penulis skenario membuat satu kejadian, untuk dialami oleh tokoh utama, disusul lagi dengan satu kejadian, lagi dan lagi, hingga akhir cerita. Dengan dasar pemikiran seperti ini, bukan tidak mungkin karakter yang ada dalam cerita itu bisa kita ganti. Jadi kita tidak perlu repot-repot membuat karakter yang kompleks dalam cerita yang plot-driven.

Misalnya ada seorang laki-laki tua jenggotan, berbaju lusuh, mengidap penyakit kusta, istrinya baru meninggal dua tahun yang lalu, dan ia sedang kerepotan karena uang pensiun belum juga turun. Ia sedang duduk di taman pada malam hari, memikirkan nasib. Tiba-tiba ada sebuah UFO mendarat di taman itu. Dari UFO tersebut keluarlah alien yang mulai menembakkan senjata lasernya ke sekitar. Setiap tembakan laser langsung mendekonstruksi apapun yang dikenainya. Pohon, kucing garong, bangku taman, semua sirna. Melihat hal ini, sang laki-laki tua ngibrit. Melihat hal ini, si alien langsung mengejar laki-laki tua itu dan menembakkan lasernya. Laser tersebut berhasil mengenai, namun ternyata sang korban justru memantulkan kembali laser tersebut dan mengenai alien. Alien terdekonstruksi dan hilang bersama UFO. Ternyata pelindung laki-laki tua tersebut adalah cinta dari sang istri.

Dari cerita diatas bisa dilihat bagaimana gue dengan seenak jidat memasukkan peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal untuk dilalui si tokoh utama. Harusnya si tokoh utama mati, tapi gue kurang suka sad ending. Penulis skenario punya senjata peristiwa untuk dialami oleh si tokoh utama, tinggal tergantung peristiwa apa yang cocok dengan tujuan. Contoh diatas adalah contoh yang buruk jika tujuannya adalah sebuah pesan yang berbunyi "cinta sejati selalu melindungi". Tapi anggap saja pesannya demikian.

Sekarang, bagaimana seandainya si laki-laki tua itu kita ubah jadi seorang perempuan cantik? Atau mungkin anak kecil? Atau mungkin ustadz atau pendeta? Atau si buta dari goa hantu? Apakah akan ada perubahan dari cerita? Tidak teman, selama cerita tersebut diarahkan oleh plot, semua karakter bisa kita ganti, BAHKAN karakter utamanya. "Uang pensiun", "penyakit kusta", atau "istri yang meninggal dua tahun lalu" akan sia-sia karena tidak memiliki kontribusi dalam cerita. Iya kan? Yang dibutuhkan diatas cuma "serangan alien", "serangan berbalik", "tokoh utama dilindungi oleh cinta". Bahkan alien pun bisa kita ganti, cukup "serangan" saja. Alien bisa diganti predator, ikan hiu, pocong, bencong, yang penting sesuai dengan pesan.

Inilah plot-driven scenario. Menurut gue, contoh-contoh filmnya (ini bisa diperdebatkan), seperti The Happening, War of The Worlds, Tomb Raiders (serius, coba aja ganti Lara Croft sama cowok kemayu), dll. Your turn. ^^V

Character-driven scenario menyusul.

3 comments:

  1. nice to read ... jadi seru pengen belajar bikin skenario nie ^_^

    ReplyDelete
  2. Gitu dooong... tulis tulis dan tulis! ^^

    ReplyDelete
  3. gue sutradara salah satu PH, gue salut bgt ama blog lo! always creatif

    ReplyDelete